Wawancara dengan Surianto Rustan - Desainer Grafis dan Penulis Buku Desain
Bagi pecinta desain grafis
di Indonesia, mungkin nama Surianto Rustan sudah tidak asing lagi.
Beberapa tahun terakhir beliau menulis beberapa buku desain grafis,
Sebuah dedikasi penting mengingat resource
tentang konsep desain grafis yang masih minim di Indonesia. Beruntung
kali ini, Desain Studio berkesempatan berbincang-bincang dengan beliau
melalui sebuah wawancara singkat. Pasti akan banyak ilmu yang kita dapat
dari pengalaman desainer grafis senior yang satu ini. Silahkan
menikmati! :)
Hai Pak
Rustan, terima kasih telah meluangkan waktu melakukan wawancara ini.
Bisakah ceritakan kepada pembaca sedikit mengenai Anda? dan Kesibukan
apa yang sedang dijalani saat ini?
Lahir & besar di Jakarta. Dari kecil senang menggambar, maunya sih
jadi pelukis, tapi saya lihat pada saat itu berkarir sebagai pelukis
kurang menjanjikan, akhirnya ambil jurusan DKV di Trisakti, lulus S1
tahun 1994. Sampai sekarang belum pernah kerja di perusahaan desain atau
periklanan, tapi kerja di perusahaan umum, seperti Bank, Teknologi
Informasi, sampai perusahaan analisa saham, sebagai desainer grafis.
Tahun 2003 memutuskan freelance dan mulai mengajar di Univ. Pelita
Harapan. Tahun 2008 mulai menulis buku pertama: LAYOUT dasar dan penerapannya, tahun 2009 buku kedua: Mendesain LOGO, buku ketiga terbit Januari 2011 berjudul: HURUFONTIPOGRAFI. Punya niat 1 tahun terbit 1 buku, visinya: mencerdaskan bangsa lewat bidang desain grafis.
Sekarang lagi sibuk mempersiapkan launching buku HURUFONTIPOGRAFI dan menilai tugas-tugas mahasiswa yang bertumpuk di rumah :)
Apa latar belakang yang membuat Anda terjun dan fokus dibidang desain grafis?
1. suka dengan gambar dan suka menggambar
2. bisa mengekspresikan dan aktualisasi diri
3. karena pendidikan formal saya di bidang ini jadinya ya berkarir di bidang ini
Dimana biasa Anda mencari inspirasi?
Tidak terbatas tempat, bisa di mana saja, asal tidak berisik / ramai
Adakah tokoh yang menjadi influence untuk berkarya?
Yossi Lemel – seorang desainer grafis Israel yang dengan karya-karyanya telah membuktikan bahwa desain grafis sangat dapat mengubah paradigma masyarakat terhadap problem2 sosial.
Salah satu buku Anda yaitu Mendesain Logo, banyak bercerita mengenai proses kreatif didalamnya, apa aspek paling menarik dari mendesain sebuah logo bagi Anda?
Desain grafis itu adalah tentang problem-solution. Mendesain logo, bagi saya bagaikan bermain-main di playground / taman bermain. Bebas mau main apa saja. Permainannya adalah memecahkan masalah konsep dan visual.
Bisa ceritakan sedikit proses yang Anda lakukan saat mendesain?
Terlebih dahulu saya ingatkan bahwa tiap orang yang sudah berkarir sebagai desainer punya metodenya sendiri2 dalam berkarya, jadi rumus tahapan / metode kerja hanya untuk yang baru belajar desain sebagai acuan baginya. Bagi saya, riset adalah keharusan. Untuk mendapatkan solusinya, problemnya harus tau dulu. Setelah dapat definisi problemnya, baru bisa mulai proses visual, biasanya hanya bermodal selembar kertas dan bolpen saja. Kadang dimulai dengan tulisan, kadang gambar, di tahap ini saya bisa bolak-balik antara manual dan komputer untuk mendapatkan alternatif desain yang paling ok. Terakhir merapikan desain untuk dipresentasikan kepada klien.
Apa proyek (desain ataupun menulis) yang paling berkesan yang pernah dikerjakan? Bisa ceritakan sedikit mengenai proses tersebut?
Saya menyenangi kampanye sosial, karena itu kesempatan para desainer ‘berteriak’ menghimbau publik untuk merenung / merefleksi diri, salah satunya adalah karya poster untuk pameran FGDexpo yang sudah lewat yang bertema ‘Grafika Politika’, di situ saya mengingatkan publik tentang peristiwa Mei 1998 lewat sebuah poster sederhana (bisa dilihat disini).
Apakah sekarang sedang menggarap suatu proyek? bisa ceritakan sedikit mengenai proyek tersebut?
Ada 2 proyek komersial, yang satu website komunitas Kalbe Farma, satu lagi perusahaan bidang kimia & pertanian. Selain itu saya sedang mempersiapkan promosi buku yang baru – ini lebih asik
Menurut Anda, apa aspek paling menarik dari menjadi desainer grafis?
Melalui bidang ini dan dari tokoh-tokohnya, saya belajar tidak hanya visual semata, melainkan ‘beyond matter’ (melampaui sesuatu yang sifatnya materi semata): pemikiran, rohani, filsafat, budaya, ekonomi, politik, psikologi, komunikasi (pasti), hampir semua bidang kehidupan dibahas dalam desain grafis. Kenapa jadi begitu, ya karena sifat desain grafis yang jadi jembatan komunikasi antar apapun dan siapapun. Nah, oleh karena itu sangat disayangkan apabila bidang ini hanya diartikan atau di bawa ke tempat dangkal: kendaraan komersialisasi yang sekedar materi. Kebanyakan desainer grafis hebat adalah sekaligus pemikir, filsuf yang hebat. Kita desainer seharusnya punya pemikiran ‘beyond matter’ ini.
Apa situs yang menjadi favorit Anda?
www.facebook.com :)
Bagaimana menurut Anda perkembangan desain grafis di Indonesia?
Baik, karena terus berjuang mencari jati diri. Yang indah adalah prosesnya, perjalanan menuju puncak.
Berhubung pergantian tahun sudah semakin dekat, bagaimana prediksi trend desain grafis di tahun 2011 menurut Anda?
Wah ini perlu riset menyeluruh dan mendalam terhadap bidang2 lain juga: fashion, product design, arsitektur, interior, art, music, dari situ baru bisa ditangkap esensi trend kedepannya. Saya rasa saya tidak cukup pengetahuan mengenai ini, selain itu juga saya bukan orang yang trendy, malah lebih ‘old-fahioned’,
Adakah yang ingin disampaikan kepada desainer-desainer grafis muda Indonesia?
- Tidak boleh berpuas diri adalah suatu keharusan.
- Banyak baca, nonton, dengar, mengalami semua yang berkenaan dengan bidang ini. bukan sekedar masuk saja, tapi diperhatikan dan dipahami (dikulik/dipertanyakan mengapa, apa konsepnya, bagaimana cara membuatnya, cari sumber2 lain yang dapat melengkapi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut).
Terima kasih Pak Surianto Rustan, telah bersedia diwawancara di Desain Studio. Sukses selalu! :)
Sama-sama, semoga blog ini makin memberikan manfaat bagi semua. Sukses juga! :)
Sumber : http://www.desainstudio.com/2010/12/wawancara-dengan-surianto-rustan.html
0 comments:
Posting Komentar