Danau Toba Sumatera Utara
Selamat pagii..
kalian pasti masih pada tidur, makana baca tulisan isi masih
keliatan merem melek. yakan??
oke gapapa, sambil kalian siap-siap mandi dan sikat gigi,
ane mau cerita sedikit tentang perjalanan travelling ane dan teman-teman ke
tempat istimewa di provinsi sumatera utara yaitu danau toba. apa sih istimewanya danau toba?kelen pasti bertanya-tanya
kek gitu.
Ini nih ane bilangin yak, danau toba itu termasuk danau terbesar di tanah air indonesa. Ditengah danau toba terdapat sebuah pulau namanya pulau samosir. Di pulau samosir terdapat beberapa desa dan kecamatan yang luasnya mencapai 600 km2 dan merupakan pulau ditengah danau terluas ke-5 di dunia. Sedangkan luas danau toba sendiri sekitar 100 km dan lebar 30 km dan kedalaman bisa mencapai 505 meter. Danau ini barada diatas ketinggian 900 meter dari pemukaaan air laut.
Ini nih ane bilangin yak, danau toba itu termasuk danau terbesar di tanah air indonesa. Ditengah danau toba terdapat sebuah pulau namanya pulau samosir. Di pulau samosir terdapat beberapa desa dan kecamatan yang luasnya mencapai 600 km2 dan merupakan pulau ditengah danau terluas ke-5 di dunia. Sedangkan luas danau toba sendiri sekitar 100 km dan lebar 30 km dan kedalaman bisa mencapai 505 meter. Danau ini barada diatas ketinggian 900 meter dari pemukaaan air laut.
Kembali ke laptop. langsung saja, perjalanan kali ini aku
dan keponakanku namanya hafid berangkat dari rumah sekitar jam 1 siang, sebelum
berangkat ke danau toba, kami mampir dulu ke rumah salah satu teman kampus hafid yang tinggal
di daerah dekat USU (Universitas Sumatera Utara) namanya indra dan satunya lagi
namanya bagus yang sudah berada di rumah indra. Kami sengaja berangkat lebih
awal pada hari selasa tanggal 30 desember karena ingin santai sambil liburan di
danau toba untuk 3 hari. Setelah
sampai di depan rumah indra, kami langsung berangkat dari medan sekitar pukul 4
wib. Si indra dan bagus ini merupakan teman satu angkatan hafid kuliah di
unimed. Perjalanan dari medan ke danau
toba jaraknya kurang lebih sekitar 174km. Berikut rute yang kami lewati : lubuk
pakam, tebing tinggi, pematang siantar, parapat.
Map dari medan ke danau toba.
Kami
sampai
di parapat (danau toba) sekitar pukul 8 malam. Setelah sampai di daerah
danau toba, kami langsung mencari hotel untuk beristirahat. Putar-putar
keliling
daerah di sekitar lapangan tempat yang akan diselenggarakan pesta
kembang api. Pertama kami coba tanya di hotel inna parapat, ada kamar
kosong tapi yang kelas deluxe dan budget
kami yang kurang menjangkau harga kamarnya yang semalam diatas 1juta. Yup kita
langsung cabut dari hotel inna dan cari hotel yang lebih terjangkau dan sesuai
dengan budget di kantong. Hampir seluruh
hotel didaerah dekat danau toba penuh semua. Dapat tawaran dari orang sekitar (seperti
makelar) ada kamar kosong tapi lokasi hotelnya agak jauh dari danau dan lokasi
acara pesta kembang api. Kami belum menyerah dan terus mencari lagi hotel yang
dekat dengan danau toba dan dekat juga dengan lokasi acara pesta kembang api.
Lelah mencari akhirnya dapatlah kami star hotel namanya.
Bukan promosi hotel lho yaa..
Baru dibilang resepsionis hotel kalau ada kamar kosong kami
langsung senang, namun kesenangan sesaat itu langsung berubah menjadi rasa kecewa
karena ternyata kamar kosong yang ditawarkan si resepsionis itu bukanlah kamar
hotel, melainkan kamar pondokan yang berada di tepi danau. Penasaran dengan kamar pondokan yang murah meriah dan
lokasinya yang berada tepat disamping danau membuat kita semangat lagi. Kami
langsung mengajak si resepsionis hotel tersebut untuk melihat kondisinya. Dan
seperti inilah kamar pondok yang akhirnya kami tempati.
Kamar pondokan tempat kami stay.
Foto ini aku ambil pagi sekitar pukul 6 setelah bangun
tidur. Seru juga ternyata tidur ditepi danau dengan
suara gemercik air menerjang bebatuan dibibir danau serta hembusan lembut angin danau yang dingin
semakin membuat suasana benar2 berbeda. Malam itu langit agak mendung gelap
namun kami beruntung karena tidak hujan.
Pengalaman yang tak terlupakan disini adalah ketika bangun
tidur, mata mulai terbuka dan langsung memandang indahnya danau toba dan pulau
samosir. Ya Allah, terima kasih atas segala karunia dan anugerah yang telah engkau
berikan untuk negeri ini.
Hari
sudah menjelang malam dan ternyata hujan mulai turun dengan derasnya.
Kami sangat berharap hujannya cepet reda agar pesta kembang apinya bisa
terlaksana dengan baik dan lancar. Sampai pukul 9 malam hujan masih
terus mengguyur daerah danau toba dan sekitanya.
Syukur alhamdulillah hujan akhirnya reda sekitar jam 10 malam dan kami
langsung cabut keluar menuju lapangan tempat diselenggarakannya pesta
kembang api. Dilapangan sudah terdapat panggung utama dan acara sudah
dibuka dengan penampilan artis lokal dan band indie lokal dengan ciri
khas musik batak.
Ada yang menyalakan lampion sebagai ungkapan bela sungkawa atas insiden jatuhnya pesawat air asia di selat kalimantan.
Kami
mencari tempat yang santai dan strategis untuk mengabadikan moment
special ini dan lokasinya tidak terlalu padat orang. Tujuan utama kami
menonton pesta kembang api diatas hotel star lantai 3 dan alhamdulillah
tempatnya sesuai dengan harpan, santai dan tidak terlalu padat orang.
Akhirnya
acara yang paling ditunggu-tunggu segera dimulai. Bapak Bupati
Simalungun mulai sambutan dan memimpin langsung acara pesta kembang api.
Kita hitung mundur ya.. limaa..... empat..... tigaa...... duaa......
saaatuuuu.....
Dooorr dorrr dooorrrr...
Pesta
kembang api menyambut tahun baru yang sangat meriah. Mungkin itulah
kesan saya pertama kali mengunjungi pulau sumatera dan pertama kali juga
menginjakkan kaki di danau toba.
Yup..
pesta kembang api yang meriah sudah selesai dan waktunya kami pulang ke
pondokan untuk beristirahat sebelum siangnya balik ke medan. Ditengah
perjalanan kami disuguhi dengan pemandangan alam danau toba yang sangat
cantik, dan kamipun berhenti sejenak untuk mengambil gambar.
Sampai disini dulu ya gaes. Terima kasih sudah mengunjungi blog aku. Sampai jumpa di postingan selanjutnya.





























0 comments:
Posting Komentar